Calling Orentator pada Perias jenazah Di Kota Medan

  • Laili Alfita

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui callig orientation, ciri-ciri, demensi dan faktor-faktor yang mengpengaruhi pada periaz jenazah dan kota Medan. Calling orientation adalah indivindu yang merasa ada panggilan yang harus dipenuhi pada pekerjaannya, menikmati dan memaknai pekerjaannya secara intristik dan melihat pekerjaannya sebagai pusat identitasnya. Ciri-ciri colling orientation berupa kecerdasan spirtual, pasion for people, unstoppabel, inegritas, displin, propesional, bersemangat, menikmatin hidup dan melayanin. Dimensi colling orientation berupa transcendent guiding force, person-environment-fit, sense and meaning-value. Faktor yang mempengaruhi calling orientation berupa pengaruh teologis atau keimanan dan kondisi keluarga atau relasi dalam keluarga. Pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, obrevasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang perias jenazah yang berusia 33 dan 65 yang berkerja lebih dari lima tahun. Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa ciri calling orientation yng terdapat pada responden pertama berupa kecerdasan spirtual, pasion for people, unstoppable, integritas, displin, propesional dan melayani. Demensi calling orientation pada responden pertama adalah trancendent guiding force dan sense and meaning-value sedangkan pada responden kedua dimensi calling orientation berupa person-environtment-fit dan sense and meaning-value. Adapun faktor yang mempengaruhi calling orientation pada responden pertama adalah kondisi keluarga atau relasi dalam keluarga dan budaya. Pada responden kedua berupa pengaruh teologis atau keimanan dan lingkungan. Terlihat dari ciri-iri, dimensi, dan faktor calling orientation maka dapat disimpulkan pada responden bekerja sebagai perias jenazah karena calling orientation.

Published
2018-02-27
Section
Non Eksakta