Akses Perempuan Pengungsi Rencana Gunung Sinabung dan Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga Di Kabupaten Karo

  • Juliana Simbolon

Abstract

Pada penelitian saat ini pengungsi perempuan merupakan pihak yang dianggap rentan (vunerable) ketika berada ditempat pengungsian. Anggapan tersebut didasarkan dengan adanya konstruk budaya dalam masyarakat yang sejak awal memandang perempuan dan laki-laki pada posisi yang tidak sejajar. Kaum perempuan dianggap lebih rendah, lemah disbanding kaum laki-laki. Gender membentuk dunia social didalamnya, dimana peristiwa alam terjadi. Perempuan dibuat lebih rentan terhadap bencana melalui peran social yang mereka bangun. Perempuan memiliki lebih sedikit akses terhadap sumber daya, seperti jaringan social transportasi,informasi, keterampilan ,control budaya alam dan ekonomi, mobilitas individu, jaminan tempat tinggal dan pekerjaan bebas dari kekerasan dan memegang kendali atas pengambil keputusan, padahal semua itu penting dalam kesiapsiagaan bencana mitigasi dan rehabilitasi pasca bencana , pada penelitian saat ini berjudul “akses perempuan pengungsi bencana gunung sinabung dan upaya peningkatan keungan kabupaten karo” yang menjadi perlu diteliti adalah mengenai: pertama; akses perempuan pengungsi bencana antaralain; yang pertama; a.pendapatan yang tetap dan cukup b.kesehatan yang baik c.makan yang cukup gizi d.tempat tinggal yang layak e.pendidikan minimal sd f.air bersih yang cukup g. sanitasi baik h.penyanturan anak dan lanjut usia yang memadai , diduga presentasinya masih rendah yaitu dibawah 50% , dan yang kedua; factor-faktor yang mempengaruhi peningkatan ekonomi keluarga dari pengungsi perempuan bencana gunung sinabung adalah fakto umur produktif, pendidikan diatas smp , factor lama bekerja diatas 3 tahun , jumlah anak yang sedikit ,jumlah tanggungan yang sedikit , status pekerjaan tetap dan  status sudah menikah dan jenis pekerjaan suami ditatas 50%. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode penganmbilan sampel daerah secara purposive yaitu pada desa hunian meriah dihunian tetap sicar dan daerah brastagi yang memiliki proporsi pengungsi perempuan yang cukup besar dibanding dengan relokasi  pengungsi lain, pengambilan sampel menggunakan metode proporsive sampling yang melibatkan 50%  responden pengungsi perumpuan yang berada disekitar gunung sinabung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawwancara menggunakan pedoman wawancara untuk mengungkap berbagai upaya yang telah dilakukan dalam penanganan dampak social psikologi korban bencana gunung sinabung observasi tentang kondisi pengungsi ditempat pengungsian dan telaah dokumen terkait dengan kondisi terkait dan kondisi korban. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kerentanan merupakan potensi untuk mengalami kurusakan atau kerugian ,  yang berkaitan dengan kapasitas untuk mengantisipasi mengatasi dan mencegah bahaya. Serta memulihkan diri dari dampak bahaya. Kondidi ini ditentukan baik oleh factor fisik ,lingkungan ,social, politik, dan juga budaya. Dan upaya peningkatan finansial keluarga umumnya mempunyai dua tujuan yaitu tujuan kesejahteraan social berupa pemberdayaan pelaku usaha terutama perempuan dan tujuan pembangunan ekonomi memalui kegiatan penanggulangan kemiskinan, penciptaan lapangan pekerjaan ,peningkatan pendapatan ,dan pengembangan usaha.

Published
2018-02-28
Section
Non Eksakta